USM7uKzrSsmCaVoTHNCgNHTLw5k8mZOpxmzx7nna
Bookmark

MENGENAL SILSILAH DARI ERA NCUHI SAMPAI ERA PERALIHAN


1. Era Ncuhi & Pendirian Kerajaan (Masa Purba - Abad 14)

Zaman kearifan lokal dan kedatangan pengaruh hindu

  • Masa Pra-Sejarah: Wilayah Bima terbagi 5, dipimpin oleh 5 Ncuhi (Dara, Parewa, Padolo, Dorowani, Banggapupa). Ncuhi Dara bertindak sebagai pemimpin musyawarah.

  • Abad 14 M (Legenda): Kedatangan Sang Bima di Pulau Satonda. Penyatuan 5 Ncuhi. Sang Bima diangkat menjadi Sangaji (Raja Pertama) dan menetapkan Hadat (Hukum Adat).

  • Era Indra Zamrud: Munculnya raja dari bambu (Potu) yang memulai dinasti yang stabil.

  • Era Batara Bima: Ekspansi kekuasaan. Putra-putra raja dikirim memimpin Dompu dan Bolo.

  • Era Bata Bou: Pemerintahan unik di mana kekuasaan digilir di antara 4 bersaudara (Mawa’a Paju Longge hingga Manggampo Donggo).

2. Era Transisi & Perang Makassar (Awal Abad 17)

Masa perebutan tahta internal dan invasi eksternal.

  • Awal 1600-an: Gejolak suksesi pasca-Manggampo Donggo. Muncul tokoh kontroversial seperti Salisi.

  • 1618–1619: Invasi Gowa (Makassar). Raja Rumata Manuru Salisi dikalahkan dua kali oleh armada Gowa. Bima menjadi bawahan Gowa.

  • 7 Februari 1621: Raja Bima (La Ka'i) memeluk Islam, bergelar Sultan Abdul Kahir. Awal masuknya Islam secara resmi.

3. Era Kesultanan Islam & Hegemoni Gowa (1640 - 1696)

Masa keemasan hubungan Bima-Gowa dan awal intervensi VOC.

  • 5 Juli 1640: Penobatan resmi Sultan Abdul Kahir sebagai Sultan Pertama.

  • 1646: Sultan Abi’l-Kahair Sirajuddin menikah dengan adik Sultan Hasanuddin Gowa. Aliansi Bima-Gowa mencapai puncaknya.

  • 1682: Sultan Sirajuddin wafat setelah 42 tahun memerintah dengan stabil.

  • 1695: Tragedi Sultan Jamaluddin. Sultan dituduh membunuh istri Raja Dompu. Diadili oleh Mahkamah Kompeni (VOC) dan dibuang ke Batavia.

  • 1696: Sultan Jamaluddin wafat di penjara Batavia.

4. Era Intervensi VOC & Bencana Alam (1696 - 1854)

Masa cengkeraman kolonial Belanda dan kiamat kecil Tambora.

  • 1727: Sultan Alauddin menikah dengan Putri Gowa dengan mas kawin Tanah Manggarai (Flores).

  • 1751: Sultanah Kamalat Syah (Raja Wanita) dipaksa turun tahta oleh Belanda karena menikah dengan Raja Gowa-Tallo.

  • 1773–1817: Pemerintahan panjang Sultan Abdul Hamid Muhammad Syah (44 tahun).

  • April 1815: Letusan Gunung Tambora. Bima hancur lebur, kelaparan massal, populasi menyusut drastis.

  • 1819–1854: Pemerintahan Sultan Ismail (Mawa’a Alus). Bima bangkit perlahan di bawah kendali Raja Bicara (Perdana Menteri).

5. Era Modern & Integrasi ke Republik (1888 - Sekarang)

Transformasi dari monarki absolut ke demokrasi.

  • 1888–1917: Pemerintahan Sultan Muhammad Salahuddin (Ma Kakidi Agama). Fokus pada pendidikan Islam dan modernisasi sekolah.

  • 1945-1950an: Sultan Salahuddin membawa Bima bergabung dengan NKRI. Masa akhir sistem kesultanan politik.

  • 1951 Abdul Kahir II (Putra Kahi) menjadi simbol adat. Menikah dengan bangsawan Banten.

  • 2005–2013: H. Ferry Zulkarnain, ST (Cicit Sultan Salahuddin) terpilih secara demokratis menjadi Bupati Bima, menyatukan legitimasi adat dan demokrasi modern.


Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar